Mengenal Penyakit Ispa Dan Penyebarannya

Mengenal Penyakit Ispa Dan Penyebarannya.- Selamat datang di website obat pneumonia, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai penyakit ispa dan juga penyebarannya.

Pengertian Ispa
ISPA merupakan singkatan  dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut . Terkadang istilah ini sering diartikan sebagai Infeksi Pernafasan Atas oleh karena keluhannya didominasi gangguan di sistem pernafasan atas seperti hidung , sinus, tenggorokan ,dan laring . Berdasarkan pengertian ISPA, Depkes RI( 2007) mendefiniskan ISPA  adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Pada dasarnya , jenis penyakit ISPA ini beragam. Mulai dari penyakit rhinitis, sinusitis, faringitis, tonsillitis bahkan sampai istilah pneumonia digolongkan kepada ISPA.
ISPA adalah salah satu jenis penyakit infeksi  yang  paling sering menyerang kesehatan masyarakat dengan  penularan yang  sangat cepat. Penderita penyakit ISPA sebagian besar adalah bayi dan anak-anak baik dinegara miskin, berkembang maupun dinegara maju. Penyakit ISPA yang diderita pada masa bayi dan anak-anak yang tidak mendapatkan penanganan dengan tepat dapat mengakibatkan terhambatnya proses tumbuh kembang bahkan sampai menyebabkan kecacatan.

Penyebab Ispa

Penyebab ISPA bisa terjadi karena serangan mikroorganisme virus, bakteri dan jamur. Dari tiga penyebab ISPA ini, viruslah yang sering menimbulkan ISPA. Berikut beberapa mikroorganisme yang membuat ISPA muncul :
  • Adenovirus
    Adenovirus merupakan virus yang tidak memiliki selubung dengan diameter 70 hingga 80 nanometer. Virus ini memiliki jenis lebih dari lima puluh dan menyebabkan infeksi saluran pernafasan bagian atas, infeksi kandung kemih dan ginjal, hingga infeksi selaput bola mata. Selain itu, pasien memiliki daya tahan tubuh yang sedang hingga rendah, biasanya rentan terhadap komplikasi adenovirus. 
  • Rhinovirus
    Rhinovirus merupakan virus yang memiliki RNA dan merupakan bagian dari Picornaviridae famili. Virus ini memiliki jenis yang banyak hingga 99 jenis dalam famili tersebut. Masalah pilek merupakan gangguan yang juga bisa diakibatkan oleh Rhinovirus. Faktanya, 30% hingga 80% pada semua kasus rhinovirus, virus inilah yang sering dan banyak ditemukan pada penderita pilek. Namun pada anak-anak, pilek ini bisa berubah menjadi ISPA yang serius jika sistem kekebalan tubuhnya lemah.
  • Coronavirus
    Coronavirus merupakan virus yang bisa menyebabkan penyakit ISPA. Virus ini ditemukan pada manusia pertama kali tahun 1960-an. Bukan hanya manusia, hewan pun juga bisa terinfeksi oleh virus ini. Pada manusia, siapapun bisa terserang virus ini. Namun, anak-anaklah yang paling rentan terinfeksi. Penyebaran virus ini bisa terjadi melalui udara pada penderita batuk dan bersin, serta melalui kontak langsung dengan menyentuh atau berjabat tangan yang kemudian bisa terkontaminasi jika menyentuh mulut, hidung, ataupun mata kita sendiri.
  • Pneumokokus
    Pneumokokus merupakan bakteri yang sering mengancam anak-anak. Ciri khas dari bakteri ini adalah kapsul polisakarida yang selalu menyelubunginya. Bakteri ini datang dengan mudah melalui percikan air ludah. Kalau sudah begini, bakteri bisa masuk ke paru-paru hingga menyebabkan radang paru. Pada penelitian di Bandung, sebanyak 2000 anak yang mengalami radang paru menunjukkan 65% diantaranya mengandung pneumokokus pada tenggorokannya. Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang sangat menular dan pengobatannya juga sulit. Cara yang terbaik untuk mencegah bakteri ini adalah dengan memberikan vaksin yang sangat efektif untuk mengurangi jumlah pembawa bakteri.
  • Streptokokus
    Streptokokus adalah salah satu genus pada bakteri nonmotil dan mengandung sel gram positif. Nama lain dari virus ini adalah Step Throat. Bentuknya bulat, bisa berpasangan ataupun membentuk rantai. Sampai saat ini, sudah sekitar 20 jenis bakteri Streptokokus yang ditemukan. Infeksi Streptokokus bisa menyerang siapa termasuk anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Bakteri ini merupakan bakteri yang bisa menyebabkan ISPA karena bakteri ini sering menimbulkan meningitis, pneumonia, erisipelas, radang tenggorokan, radang paru-paru dan endokarditis.
  • Respiratory Syncytial Virus
    Respiratory syncytial merupakan virus yang bisa mengakibatkan seseorang terserang gejala bersin-bersin, batuk, hidung berair hingga demam. Hal ini bisa terjadi karena virus ini menginfeksi paru-paru dan saluran pernafasan. Virus ini bisa menginfeksi semua kalangan dari orang dewasa hingga anak-anak. Namun, anak-anaklah yang paling rentan terhadap virus ini sebab anak-anak merupakan masa untuk proses pembentukan kekebalan tubuh. Dengan sifatnya yang menular, virus ini bisa saja membutuhkan perawatan yang lebih serius sebab bisa mengakibatkan komplikasi seperti pneumonia dan bronkiolitis, serta munculnya masalah pernafasan berat yang berujung pada kematian.
  • Virus Influenza
    Virus Influenza merupakan virus yang sangat menular terutama jika seseorang sedang mengalami batuk atau bersin. Virus ini juga merupakan virus penyebab terjadinya influenza atau yang dikenal dengan penyakit flu yang biasanya merupakan gejala dari penyakit ISPA. Dengan tiga tipe yang dimiliki, virus ini mampu menyerang manusia hingga hewan sekalipun. Bahkan pada alam, virus ini biasa ditemukan pada unggas liar.
Penyebab Ispa Selain Virus
  • Debu dan ASAP
    Selain karena serangan mikroorganisme, penyakit ISPA juga bisa terjadi karena terkena debu dan asap. Debu atau asap yang halus dan tidak terlihat, dapat masuk ke lapisan mukosa hingga terdorong menuju faring karena tidak dapat disaring oleh rambut yang ada pada hidung.
    Umumnya udara yang tercemar bisa menyebabkan pergerakan silia hidung lambat, kaku, hingga dapat berhenti. Akibatnya, saluran pernafasan teriritasi karena tidak dapat membersihkannya dari bahan yang tercemar. Saluran pernafasan juga bisa mengalami penyempitan dan sel pembunuh bakteri bisa rusak pada saluran pernafasan jika produksi lendir terus meningkat. Kalau hal ini sudah terjadi, seseorang akan sulit bernafas hingga bakteri tidak bisa dikeluarkan, benda asing tertarik masuk ke saluran pernafasan dan terjadilah infeksi saluran pernafasan.
  • Perokok dan Koki
    Hal ini tentu juga berlaku untuk perokok dan pemasak. Perlu diketahui, penyebab lainnya yang bisa menyebabkan ISPA semakin meningkat adalah kebiasaan merokok dan kebiasaan memasak, walaupun kebiasaan memasak ini sendiri jarang terbukti. Hal ini terjadi karena asap yang timbul dari rokok maupun dari dapur, bisa membuat silia dalam saluran pernafasan menjadi rusak sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, perlu kebiasaan baik yang terpola untuk menanggulangi penyebab ISPA.
Penyebaran Ispa

Singkat kata dari mengenal penyakit ISPA ini adalah gangguan pada saluran pernafasan. Permasalahan ini datang dari virus, menyebabkan fungsi pernafasan terganggu seperti sesak, bahkan tidak menutup kemungkinan jika Anda benar-benar kehilangan pasokan oksigen dalam tubuh.
Masalahnya, ISPA sendiri bisa menular sehingga Anda bisa saja terserang gangguan tersebut bilamana dekat dengan penderitanya. Makanya, penderitanya atau Anda biasa menggunakan masker untuk upaya pencegahannya.
Nah, ada dua jenis penyebaran dari ISPA itu sendiri. Pertama adalah penyebaran penyakit secara langsung.
Penyebaran secara langsung ini berkaitan dengan terjadinya kontak langsung dengan penderita. Bukan berarti bahwa Anda bersentuhan dengan penderita, lantas akan mendapati ISPA.
Maksudnya, Anda akan lebih mudah menderita ISPA jika Anda juga menghirup udara di sekitar penderita ISPA. Tentunya ketika penderitanya batuk, atau bersin di sekeliling Anda.
Jika tidak, kemungkinannya bisa saja kecil. Namun tetap saja Anda harus berhati-hati, misalnya dengan cara menutup bagian muka dengan masker.
Sementara penyebaran yang kedua adalah penyebaran secara tidak langsung. Jenis penyebaran ini tidak bisa dikenali, karena sejatinya Anda tidak tahu menahu kenapa bisa terserang penyakit tersebut.
Tetapi yang pasti, ISPA ini bisa terjadi pada Anda yang malas untuk membersihkan diri, contohnya cuci tangan setelah berkatifitas padat di tempat-tempat umum.
Hal ini dilakukan untuk menghindari virus yang menempel pada benda tertentu yang Anda sentuh. Karena dikhawatirkan jika benda tersebut merupakan benda yang pernah disentuh penderita ISPA.

Itulah informasi yang bisa kami sampaikan mengenai penyakit ispa dan juga penyebarannya, semoga informasi yang kami sampaikan bisa bermanfaat bagi anda. Untuk informasi pengobatan penyakit ispa secara herbal anda bisa hubungi kami SATELIT HERBAL di No. 0812.2442.9800 atau PIN BB 2B489FF8. Atau anda bisa juga mengunjungi website kami => obatpenyakitispa.mkes.info

posted by. Obat Pneumonia
Share: